Sekolah Luar Biasa memiliki peran penting memberikan pendidikan dan layanan bagi ABK. SLB berperan mengembangkan potensi dan kemampuan ABK agar dapat mandiri dan berkontribusi kepada masyarakat.
Sekolah Luar Biasa memiliki peran penting memberikan pendidikan dan layanan bagi ABK. SLB berperan mengembangkan potensi dan kemampuan ABK agar dapat mandiri dan berkontribusi kepada masyarakat.
Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang membutuhkan pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan potensi kemanusiaannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi dengan kebanyakan anak lainnya. Di Indonesia sendiri, Pemerintah mengeluarkan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) salah satunya sekolah inklusi.
Penanganan siaga dan tanggap bencana di Bali kini dikembangkan pula untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Seperti di SLB Negeri 1 Denpasar, salah-satu guru Kadek Yudiasih membuat video khusus tanggap bencana untuk mememberi pengetahuan dan pelajaran bagi siswanya.
Dalam perbincangan virtual, Direktur PMPK Samto menuturkan, selama pandemi, sekolah tidak perlu terlalu menekankan pada pencapaian kurikulum. Keputusan ini diambil lantaran Samto menyadari, ada berbagai tantangan yang dihadapi dalam ekosistem pendidikan khsusus.
Sekolah Luar Biasa memiliki peran penting memberikan pendidikan dan layanan bagi ABK. SLB berperan mengembangkan potensi dan kemampuan ABK agar dapat mandiri dan berkontribusi kepada masyarakat.
Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang membutuhkan pendidikan dan layanan khusus untuk mengoptimalkan potensi kemanusiaannya secara utuh akibat adanya perbedaan kondisi dengan kebanyakan anak lainnya. Di Indonesia sendiri, Pemerintah mengeluarkan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) salah satunya sekolah inklusi.
Penanganan siaga dan tanggap bencana di Bali kini dikembangkan pula untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Seperti di SLB Negeri 1 Denpasar, salah-satu guru Kadek Yudiasih membuat video khusus tanggap bencana untuk mememberi pengetahuan dan pelajaran bagi siswanya.
Dalam perbincangan virtual, Direktur PMPK Samto menuturkan, selama pandemi, sekolah tidak perlu terlalu menekankan pada pencapaian kurikulum. Keputusan ini diambil lantaran Samto menyadari, ada berbagai tantangan yang dihadapi dalam ekosistem pendidikan khsusus.
Di Indonesia masih ditemukan anak berkebutuhan khusus dan anak penyandang disabilitas yang ditolak di sekolah umum maupun sekolah inklusi. Berbagai pemasalahan-permasalahan yang melatarbelakangi antara lain karena tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang belum ramah anak, guru pendamping yang kurang, pembiayaan yang mahal untuk penyediaan guru pendamping, anak penyandang disabilitas rentan mendapat bully dan lainnya.